Terakhir diperbarui: 27 Juli 2026
Apa itu BEP?
BEP (Break Even Point) atau titik impas adalah kondisi ketika total pemasukan tepat menutup total biaya — tidak untung, tidak rugi. BEP menjawab: “Berapa porsi (atau omzet) yang harus saya jual per bulan supaya tidak nombok?”
Kenapa BEP penting?
- Menentukan target penjualan harian/bulanan yang realistis.
- Menilai apakah harga jual dan margin sudah cukup untuk menutup biaya.
- Dasar keputusan: tambah menu, naikkan harga, atau tekan biaya.
Rumus BEP
Kunci BEP adalah margin kontribusi — selisih harga jual dengan biaya variabel (HPP) per porsi:
Butuh nilai HPP dulu? Lihat cara menghitung HPP.
Langkah menghitung BEP
- Jumlahkan semua biaya tetap bulanan (sewa, gaji tetap, dll).
- Hitung HPP per porsi (biaya variabel per unit).
- Kurangi harga jual dengan HPP → margin kontribusi.
- Bagi biaya tetap dengan margin kontribusi → jumlah porsi impas.
- Bagi per hari operasi untuk target harian.
Contoh: warung kopi
- Biaya tetap bulanan: Rp 6.000.000 (sewa + gaji + listrik).
- Harga jual rata-rata: Rp 18.000/gelas.
- HPP: Rp 8.500/gelas → margin kontribusi Rp 9.500.
Artinya perlu menjual sekitar 632 gelas per bulan, atau ± 21 gelas per hari (30 hari), baru usaha impas. Di atas itu barulah untung.
Contoh ini satu menu. Kalau kamu jual banyak menu dengan margin berbeda, margin kontribusi dibobot sesuai proporsi penjualan tiap menu — UsahadariNol menghitung rata-rata tertimbang ini otomatis.
Modal awal & balik modal
BEP di atas adalah BEP operasional — hanya menutup biaya rutin bulanan. Tapi saat buka usaha, kamu juga keluar modal awal / investasi awal (CapEx): kompor, etalase, kulkas, meja-kursi, renovasi, sampai deposit sewa. Ini bukan biaya bulanan, jadi tak masuk BEP operasional.
Untuk tahu kapan usaha balik modal (payback), sebar modal awal itu ke beberapa bulan (amortisasi). Misal modal alat Rp 24.000.000 ditargetkan balik dalam 12 bulan → butuh laba Rp 2.000.000/bulan di atas BEP operasional. UsahadariNol memisahkan keduanya: BEP operasional (biar tidak nombok tiap bulan) dan estimasi balik modal(berapa bulan sampai modal kembali), lengkap dengan proporsi produk & hari operasi.
Tips mempercepat BEP
- Naikkan margin kontribusi: tekan HPP atau naikkan harga sedikit.
- Kurangi biaya tetap yang tidak produktif.
- Dorong menu bermargin tinggi lewat bundling/promo.
- Pantau penjualan harian terhadap target BEP secara rutin.
Tanya jawab seputar BEP
- Apa bedanya BEP unit dan BEP rupiah?
- BEP unit adalah jumlah porsi yang harus terjual agar tidak rugi. BEP rupiah adalah nilai omzet yang harus dicapai. Keduanya menggambarkan titik impas yang sama dari sudut berbeda.
- Apakah BEP sama dengan balik modal?
- Mirip tapi beda konteks. BEP operasional = titik di mana pemasukan menutup biaya operasi bulanan. Balik modal (payback) memperhitungkan modal awal/alat yang disebar beberapa bulan. UsahadariNol memisahkan keduanya.
- Biaya apa saja yang termasuk biaya tetap?
- Biaya yang jumlahnya relatif sama tiap bulan tanpa tergantung jumlah penjualan: sewa tempat, gaji tetap, langganan internet, dan penyusutan alat.
- Bagaimana kalau saya jual banyak menu dengan margin berbeda?
- Gunakan margin kontribusi rata-rata tertimbang berdasarkan proporsi penjualan tiap menu. Alat seperti UsahadariNol menghitung ini otomatis dari data penjualanmu.
- Berapa lama biasanya usaha F&B mencapai BEP?
- Bervariasi. BEP operasional (menutup biaya bulanan) sering tercapai dalam 1–3 bulan bila penjualan stabil. Balik modal investasi awal (sewa renovasi, alat) umumnya 6–18 bulan, tergantung besar modal dan margin. Pisahkan keduanya agar targetmu realistis.