Terakhir diperbarui: 27 Juli 2026
Prinsip harga jual yang sehat
Harga jual yang baik bukan sekadar “modal + sedikit untung” atau ikut-ikutan pesaing. Harga optimal harus menutup tiga hal: HPP (modal per porsi), biaya operasional, dan potongan channel — lalu tetap menyisakan laba. Terlalu murah bikin rugi diam-diam; terlalu mahal tanpa alasan bikin sepi.
Dari HPP ke harga jual
Mulai dari HPP per porsi, lalu tetapkan target margin dan hitung harga dasarnya:
Contoh: HPP Rp 8.500, target margin 50% → Harga = 8.500 ÷ 0,5 = Rp 17.000. Pahami beda margin & markup di panduan margin.
Harga berbeda per channel
Toko, GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood punya struktur biaya berbeda. Platform online memotong komisi, jadi harga online umumnya dinaikkan agar laba bersih setara toko.
Misal harga toko Rp 17.000 dan komisi 20% → harga online ≈ Rp 21.250 (bulatkan ke Rp 21.000–22.000).
Sentuhan harga psikologis
- Angka “pas” mudah untuk kembalian tunai (mis. Rp 15.000, Rp 20.000).
- Harga sedikit di bawah bulat (Rp 14.900) terasa lebih murah — cocok untuk menu volume tinggi.
- Bundling/paket menaikkan nilai transaksi rata-rata tanpa terasa mahal.
Contoh perhitungan lengkap
- HPP es kopi susu: Rp 8.500
- Target margin 50% → harga toko Rp 17.000 (dibulatkan Rp 18.000)
- Komisi GoFood 20% → harga online ≈ Rp 22.500 (dibulatkan Rp 22.000)
Setelah harga tiap channel ditetapkan, cek berapa yang harus terjual agar impas di panduan BEP.
Tanya jawab seputar harga jual
- Berapa persen markup yang wajar untuk makanan?
- Tidak ada angka tunggal, tapi banyak UMKM kuliner menetapkan harga agar margin kotornya 30–60%. Yang penting harga menutup HPP, biaya operasional, dan potongan channel, lalu masih untung.
- Apakah harga di GoFood harus sama dengan di toko?
- Sebaiknya tidak. Karena platform memotong komisi belasan sampai 20%-an persen, harga online biasanya dinaikkan agar laba bersihnya setara dengan penjualan di toko.
- Bagaimana kalau harga saya jadi lebih mahal dari pesaing?
- Bandingkan nilai, bukan cuma angka. Jika kualitas/porsi lebih baik, harga lebih tinggi bisa dibenarkan. Kalau harus bersaing harga, cari cara menekan HPP tanpa mengorbankan mutu.
- Perlukah menaikkan harga saat bahan naik?
- Ya, tinjau ulang saat harga bahan utama naik signifikan. Menahan harga terlalu lama saat biaya naik akan menggerus margin diam-diam.
- Bolehkah harga beda antar cabang atau channel?
- Boleh, dan sering perlu. Biaya sewa/upah tiap lokasi berbeda, dan tiap channel (toko, GoFood, GrabFood) punya potongan sendiri. Yang penting harga tetap menutup HPP + biaya + potongan channel di lokasi itu, lalu konsisten dalam satu channel agar pelanggan tak bingung.