Terakhir diperbarui: 27 Juli 2026
Margin vs markup — jangan tertukar
Markup mengukur keuntungan terhadap modal (HPP), sedangkan margin mengukur keuntungan terhadap harga jual. Banyak pemilik usaha keliru menyamakan keduanya sehingga harga jadi terlalu murah.
Rumus margin & markup
Belum tahu HPP? Baca dulu cara menghitung HPP.
Cara menghitung margin
- Tentukan HPP per porsi.
- Tetapkan harga jual, atau target margin yang diinginkan.
- Hitung laba = harga jual − HPP.
- Bagi laba dengan harga jual → margin persen.
Sebaliknya, untuk menetapkan harga dari target margin:
Margin di food delivery (GoFood, GrabFood, ShopeeFood)
Platform online memotong komisi dari harga jual, jadi margin bersihmu lebih tipis dari margin di toko. Strateginya: naikkan harga di channel online atau tekan HPP, supaya margin bersih tetap sehat setelah potongan.
Margin ideal per kategori F&B
Tak ada angka "wajib", tapi tiap kategori punya kisaran umum. Anggap ini titik awal — sesuaikan dengan biaya operasional dan harga pasar di daerahmu.
| Kategori | Margin kotor umum | Catatan |
|---|---|---|
| Minuman (kopi, teh, jus) | 55–70% | HPP relatif kecil; margin besar tapi volume menentukan. |
| Makanan berat (nasi, mie) | 35–55% | Porsi bahan besar; jaga food cost & susut. |
| Dessert & kue | 50–65% | Nilai tambah tinggi bila tampilan & rasa kuat. |
| Gorengan / street food | 40–60% | Harga satuan kecil; untung dari volume & efisiensi bahan. |
Ingat: margin kotor di atas belum dikurangi biaya operasional & komisi channel. Untuk online, siapkan margin kotor lebih tinggi agar margin bersihnya tetap sehat.
Contoh perhitungan
- HPP: Rp 8.500
- Harga jual toko: Rp 18.000 → laba Rp 9.500 → margin 53%
- Harga jual GoFood: Rp 22.000, komisi 20% (Rp 4.400) → laba bersih Rp 9.100 → margin ± 41%
Terlihat kenapa harga online perlu dinaikkan: tanpa penyesuaian, potongan aplikasi bisa menggerus margin sampai tipis. Menghubungkan angka ini ke target impas? Lihat cara menghitung BEP.
Tanya jawab seputar margin
- Apa bedanya margin dan markup?
- Markup dihitung dari modal (HPP), sedangkan margin dihitung dari harga jual. Contoh: HPP Rp 10.000 dijual Rp 15.000 → markup 50%, tapi margin 33%. Keduanya benar, hanya beda basis.
- Berapa margin yang ideal untuk usaha F&B?
- Bergantung jenis usaha, tapi banyak UMKM kuliner menargetkan margin kotor 30–60%. Yang penting margin cukup menutup biaya operasional dan potongan channel, lalu masih menyisakan laba.
- Kenapa margin di GoFood/GrabFood lebih tipis?
- Karena platform memotong komisi (biasanya belasan sampai 20%-an persen dari harga). Kamu perlu menaikkan harga di channel online atau menekan HPP agar margin bersihnya tetap sehat.
- Apakah margin sudah termasuk potongan aplikasi?
- Margin kotor belum. Untuk tahu laba sebenarnya per channel, kurangi juga komisi platform dan biaya lain. UsahadariNol menghitung harga & margin per channel secara otomatis.
- Apa beda margin kotor dan margin bersih?
- Margin kotor hanya memperhitungkan HPP (harga jual − HPP). Margin bersih menguranginya lagi dengan biaya operasional (sewa, gaji, listrik) dan potongan channel — inilah untung yang benar-benar kamu bawa pulang.